Archive for January, 2007

bismillah..

Wednesday, January 31st, 2007

Ya 4JJI aku mohon padaMu kesempurnaan nikmat pada segala perkara dan mensyukuri-Mu atasnya sehingga Engkau ridho….
Dan sesudah ridho aku mohon pada-Mu untuk memilih segala apa yang boleh dipilih…
Dan dengan segala kemudahannya, bukan yang sulit lagi sukar dikerjakan…
wahai Tuhan yang Maha Mulia…

Ya 4JJI tiada yang mudah selain yang engkau mudahkan…
Dan engkau jadikan kesusahan itu mudah jika engkau menghendakinya menjadi mudah….

========================================================================
di dunia ini… semua berubah…
namun satu hal yang tak pernah berubah…
yaitu perubahan itu sendiri…
Allahu Akbar!!!!
========================================================================

/me skrg baru tau arti sebuah toga

Saturday, January 27th, 2007

gw punya poto lucu..
mw liat?
niy gw kasi liat…
Dvc00208
dulu…pas gw take ni poto
dalam hati gw, gw bertanya…
apa istimewanya makek ni pakaian…
(perasaan gw waktu itu siy byasa-byasa aj..)
skarang…
garu gw rasain, betapa berhargana ni toga…
ayo semangat dulz… just a little bit more… ^_^

ni foto di ambil waktu wisudana pak RT, maret taon lalu…
toga n’ all the properties bole minjem semuah…
moto pakek handycam…boleh minjem jugak dari CATV… (gak modal…)

nb: kaming sun… poto gw pakek toga 2nd edition…
kira2 (Insya’4JJI) bulan depan di produksi…
(kalok kali ini bener2 toga gw…wish me luck !!!  )

20 x 400 = 16 hari… >_<

Wednesday, January 24th, 2007

hmm…setelah beberapa bulan kemarin pusing dengan coding…
(alhamdulillah kini sudah mendapat cerah…)

akhirnya tiba waktunya running hasil coding…
untuk mengambil data, saudara-saudara…!!!
satu data butuh waktu 20 menit…
data yang ku butuhkan sekitar 400 biji

wal hasil TA ku kini berakhir dengan hitungan perkalian sederhana saja…
20 menit x 400 = 8000 menit
jika dalam satu hari aku dapat mengoptimalkan waktu selama 8 jam…
(kykna ga bisa deh…)
8 X 60 menit = 480 menit… dibuletin lah jd 500 menit…

ya maklumlah…
kan sehari itu kan bukan cmn d depan kompie melototin matlab doank…
butuh makan, tidur, boker :P, mandi, ibadah dan muamalah…dll
blum di sambi bikin buku, jurnal, bimbingan ma pak heroe n’ pak Nachwan…
blum di sambi nyiapin ubo rampe…buat persyaratan daftar….

so.. kalo di itung-itung butuh waktu running matlab sekitar 8000/500 = 16 hari…
jiakakakak (distotorf style… :D)
ya cuman di TA ini aku menemukan formula –> 20 x 400 = 16 hari…
lama jugak ya… ^_^ (asumsi yang di pakek running cmn satu kompie..)

………….hmm………….
doain pram yak…
ganbatte ne…!!!
sempurnakan ikhtiarmu yo le.. !!!

sandal ku ilang >_<

Friday, January 19th, 2007

td abis sholat maghrib…
sandal ku ilang…di masjid…
sandal yang kemarin pas lebaran baru ngambil dari dagangan ibuk…
maaf buk…
sandal pemberianmu ilang lagi… >_<

wal hasil..td ak pulang makek sandal tak bertuan…
xixixiy…lumayan dari pada nyeker…
sebelah kiri merkna sun swallow…ukuran sembilan…
sebelah kanan merkna swallow…ukuran sebelas kalo ga salah…
alhamdulillah keduanya berwarna biru…so ga keliatan bgt ^_^

wah berarti besok2 ngadep dosen kudu pakek sepatu niy…
ngga papa…di ambil hikmahnya aj :)
mungkin udah bukan rejekiku…

L6 ku kecebur WC… ^_^

Thursday, January 18th, 2007

Waktu itu tengah hari, adzan-pun sudah berkumandang. Ketika itu aku ingin mengambil air wudhu, namun perut ini… membunyikan alarmnya. Akhirnya aku harus berkompromi untuk membuang "isi"-nya terlebih dulu. Waktu itu aku sadar, L6-ku ini masih setia di kantong celana hijauku (celana ini dulu ku beli seharga 20 rebu…di FO depan BIP). Akhirnya ku mulai "ritualku" siang itu (walaupun terlambat…kan harusnya pagi.. :D), dengan sebelumnya menggantungkan celana hijauku dengan hati-hati ke papan kamar mandi.

………..sepuluh menit pun berlalu………

setelah selesai melakukan serangkaian ritual-ku siang itu, akhirnya ku pakai celana hijau itu. Namun, apa yang terjadi saudara-saudara….??? Terdengar suara aneh…seperti suara barang lempengan besi jatuh… "keteplek…srekkk…sreekkk…cibluk!!!"

HwaaaaAAAA!!! sepersekian detik kemudian ak sadar bahwa bunyi aneh berasal dari L6 ku yang kini sedang sukses menyelam di lobang genangan WC…setengah badannya sudah tertutup keramik WC + aer. Dengan reflek ku ambil L6 ku itu (baru kali itu aku ngubek-ubek WC dengan lincahnya…pakek tangan kanan lg.. T_T), dan kulihat warna lampu biru di keypadnya menyala….

Secepatnya ku berusaha untuk mematikannnya, sebelum terjadi konsleting.
eh…apa yang terjadi sodara-sodara, short cut button kamera-nya tidak sengaja ku pencet…
ha…ha…ha… at least aku bs tahu kalau kameranya masih berfungsi, dan akhirnya dengan sedikit panik ku matikan L6 ku itu dengan memencet tombol merahnya lama-lama…
Tanpa berlama-lama, ku lepas baterai dan sim cardnya…ternyata air sudah meresap ke mana-mana!!!

setelah itu, rasa cemas menggelayuti hatiku, akankah L6 ku ini wafat…??
ah..tp sebelum itu aku harus berusaha mengeringkannya terlebih dahulu.
Ku gantung dia di depan AC sentral, ku set mode pemanas, dan ku putar tombolnya pada posisi "Fan".

xixixiy…ku ikat tubuhnya dengan karet gelang warna merah (bekas bungkus nasi padang), agar dia tidak terjatuh dari gantungannya….
ikhtiar kudu di sempurnain dulu… ^_^

setengah jam pun berlalu…ku lihat dia bergelantungan, bergoyang-goyang di tiup angin AC…
Walaupun sudah setengah jam ku keringkan di depan AC, aku merasa belum cukup. Akhirnya ku jemur L6 ku itu di pinggir jendela dekat ruang publik gedung E lt 2. Di situ aku meratapi nasib L6 ku itu… sambil membolak-balik badannya…supaya sinar matahari menyebar merata di seluruh tubuhnya…

Akhirnya, saat yang mendebarkan-pun datang. Setelah di rasa cukup kering, aku memberanikan diri untuk memasangkan sim card dan baterainya. Dan ku nyalakan L6ku itu…
…………….apa yang terjadi……………

Layar L6 ku itu hidup, namun tidak seperti biasanya…wall papernya berwarna putih polos…(padahal tadinya ku set foto jarwo NAIF pas lg konser di STT)
Status Bar Sinyal…juga tidak menampakkan wujudnya….  T_T
khawatir di hatiku saat itu semakin menjadi…

…..ku tunggu beberapa detik….

kemudian muncullah gambar wajah jarwo yang cakep itu…
Benar, sungguh tampan sekali wajah jarwo NAIF saat itu…!!!
apalagi di tambah status Bar Sinyal yang penuh..
(waktu itu…slogan sinyal kuat indosat…begitu bermakna bagiku :P)

Alhamdulillah….
L6 ku masi bisa bernafas… walaupun badannya sedikit penyok ^_^
besok lg ati2… ^_^

Tuhan Sembilan Senti…

Tuesday, January 16th, 2007

Tuhan Sembilan Senti
Oleh Taufiq Ismail

Indonesia adalah sorga luar biasa ramah bagi perokok, tapi tempat siksa tak tertahankan bagi orang yang tak merokok.

Di sawah petani merokok, di pabrik pekerja merokok, di kantor pegawai merokok, di kabinet menteri merokok, di reses parlemen anggota DPR merokok, di Mahkamah Agung yang bergaun toga merokok, hansip-bintara-perwira nongkrong merokok, di perkebunan pemetik buah kopi merokok, di perahu nelayan penjaring ikan merokok, di pabrik petasan pemilik modalnya merokok, di pekuburan sebelum masuk kubur orang merokok, Indonesia adalah semacam firdaus-jannatu-na’im sangat ramah bagi perokok, tapi tempat siksa kubur hidup-hidup bagi orang yang tak merokok, Di balik pagar SMU murid-murid mencuri-curi merokok, di ruang kepala sekolah ada guru merokok, di kampus mahasiswa merokok, di ruang kuliah dosen merokok, di rapat POMG orang tua murid merokok, di perpustakaan kecamatan ada siswa bertanya apakah ada buku tuntunan cara merokok.

Di angkot Kijang penumpang merokok, di bis kota sumpek yang berdiri yang duduk orang bertanding merokok, di loket penjualan karcis orang merokok, di kereta api penuh sesak orang festival merokok, di kapal penyeberangan antar pulau penumpang merokok, di andong Yogya kusirnya merokok, sampai kabarnya kuda andong minta diajari pula merokok.

Negeri kita ini sungguh nirwana kayangan para dewa-dewa bagi perokok, tapi tempat cobaan sangat  berat bagi orang yang tak merokok.

Rokok telah menjadi dewa, berhala, tuhan baru, diam-diam menguasai kita.
Di pasar orang merokok, di warung Tegal pengunjung merokok, di retoran di toko buku orang merokok, di kafe di diskotik para pengunjung merokok, Bercakap-cakap kita jarak setengah meter tak tertahankan abab rokok, bayangkan isteri-isteri yang bertahun-tahun menderita di kamar tidur ketika melayani para suami yang bau mulut dan hidungnya mirip asbak rokok.

Duduk kita di tepi tempat tidur ketika dua orang bergumul saling menularkan HIV-AIDS sesamanya, tapi kita tidak ketularan penyakitnya.

Duduk kita disebelah orang yang dengan cueknya mengepulkan asap rokok di kantor atau di stopan bus, kita ketularan penyakitnya. Nikotin lebih jahat penularannya ketimbang HIV-AIDS.

Indonesia adalah  sorga kultur pengembangbiakan nikotin paling subur di dunia, dan kita yang tak langsung menghirup sekali pun asap tembakau itu, bisa ketularan kena.
Di puskesmas pedesaan orang kampung merokok, di apotik yang antri obat merokok, di panti pijat tamu-tamu disilahkan merokok, di ruang tunggu dokter pasien merokok, dan ada juga dokter-dokter merokok, Istirahat main tenis orang merokok, di pinggir lapangan voli orang merokok, menyandang raket badminton orang merokok, pemain bola PSSI sembunyi-sembunyi merokok.

Panitia pertandingan balap  mobil, pertandingan bulutangkis, turnamen sepakbola mengemis-ngemis mencium kaki sponsor perusahaan rokok, Di kamar kecil 12 meter kubik, sambil ‘ek-’ek orang goblok merokok, di dalam lift gedung 15 tingkat dengan tak acuh orang goblok merokok, di ruang sidang ber-AC penuh, dengan cueknya, pakai dasi, orang-orang goblok merokok.

Indonesia adalah semacam firdaus-jannatu-na’im sangat ramah bag  orang perokok, tapi tempat siksa kubur hidup-hidup bagi orang yang tak merokok,

Rokok telah menjadi dewa, berhala, tuhan baru, diam-diam menguasai kita, Di sebuah ruang sidang ber-AC penuh, duduk sejumlah ulama terhormat merujuk kitab kuning dan mempersiapkan sejumlah fatwa.

Mereka ulama ahli hisap. Haasaba, yuhaasibu, hisaaban. Bukan ahli hisab ilmu falak, tapi ahli hisap rokok. Di antara jari telunjuk dan jari tengah mereka terselip berhala-berhala kecil, sembilan senti panjangnya, putih warnanya, ke mana-mana dibawa dengan setia, satu kantong dengan kalung tasbih 99 butirnya, Mengintip kita dari balik jendela ruang sidang, tampak kebanyakan mereka memegang rokok dengan tangan kanan, cuma sedikit yang memegang dengan tangan kiri. Inikah gerangan pertanda yang terbanyak kelompok ashabul yamiin dan yang sedikit golongan ashabus syimaal? Asap rokok mereka mengepul-ngepul di ruangan AC penuh itu. Mamnu’ut tadkhiin, ya ustadz. Laa tasyrabud dukhaan, ya ustadz. Kyai, ini ruangan ber-AC penuh. Haadzihi al ghurfati malii’atun bi mukayyafi al hawwa’i. Kalau tak tahan, di luar itu sajalah merokok. Laa taqtuluu anfusakum. Min fadhlik, ya ustadz.

25 penyakit ada dalam khamr. Khamr diharamkan. 15 penyakit ada dalam daging khinzir (babi). Daging khinzir diharamkan. 4000 zat kimia beracun ada pada sebatang rokok. Patutnya rokok diapakan? Tak perlu dijawab sekarang, ya ustadz. Wa yuharrimu ‘alayhimul khabaaith. Mohon ini direnungkan tenang-tenang, karena pada zaman Rasulullah dahulu, sudah ada alkohol, sudah ada babi, tapi belum ada rokok. Jadi ini PR untuk para ulama. Tapi jangan karena ustadz ketagihan rokok, lantas hukumnya jadi dimakruh-makruhkan, jangan, Para ulama ahli hisap itu terkejut mendengar perbandingan ini.

Banyak yang diam-diam membunuh tuhan-tuhan kecil yang kepalanya berapi itu, yaitu ujung rokok mereka. Kini mereka berfikir. Biarkan mereka berfikir. Asap rokok di ruangan ber-AC itu makin pengap, dan ada yang mulai terbatuk-batuk, Pada saat sajak ini dibacakan malam hari ini, sejak tadi pagi sudah 120 orang di Indonesia mati karena penyakit rokok. Korban penyakit rokok lebih dahsyat ketimbang korban kecelakaan lalu lintas, lebih gawat ketimbang bencana banjir, gempa bumi dan longsor, cuma setingkat di bawah korban narkoba.

Pada saat sajak ini dibacakan, berhala-berhala kecil itu sangat berkuasa di negara kita, jutaan jumlahnya, bersembunyi di dalam kantong baju dan celana, dibungkus dalam kertas berwarni dan berwarna, diiklankan dengan indah dan cerdasnya,
Tidak perlu wudhu atau tayammum menyucikan diri, tidak perlu ruku’ dan sujud untuk taqarrub pada tuhan-tuhan ini, karena orang akan khusyuk dan fana dalam nikmat lewat upacara menyalakan api dan sesajen asap tuhan-tuhan ini, Rabbana, beri kami kekuatan menghadapi berhala-berhala ini.

========================================================================
ku ambil dari serakan notepad, di direktori data ku…
/me sudah berhenti ^_^ (matur sembah nuwun gusti… )

istiqomah ya tur…!!

rasa “takut” itu datang lagi…

Sunday, January 14th, 2007

Bisakah kita hidup tanpa kematian?
Padahal mati itu ada, oleh adanya yang hidup.
Jika tidak ada kehidupan, maka kematian itu alpa, begitu juga sebaliknya.
Kemudian timbul pertanyaan, hidup seperti apa yang kita inginkan?
dan..
kematian seperti apa yang kita cita-citakan?

ya 4JJI gusti…
kulo nyuwun gesang ingkang istiqomah…
ya 4JJI gusti…
kulo nyuwun mbenjang pejah khuznul khotimah…

ketika rasa "takut" itu menyapa…(lagi..)
aku berusaha untuk tidak takut…
namun bekalku belum cukup…
bismillah…

pramuaksara
14 januari 2006

nenek penjual buah…

Thursday, January 11th, 2007

100107_1440
Tahukah engkau gambar di samping ini? Jika aku melihat gambar mangga di samping ini, aku teringat sesosok nenek yang sudah renta, dengan kaki yang pincang, dengan gigih tetap berdagang, berjalan di tengah teriknya matahari siang, menaiki tangga2 kosan…
Hmm…semoga 4JJI senantiasa memberi rahmat, kesehatan dan ridho kepada nenek tersebut… T_T

just like my own story… ^_^

Tuesday, January 9th, 2007

…jazakallah buat sapto yang sudah mempost blog yang sangat inspiratif ini….
guntur muat juga yah….di blog ini…. ^_^

Ketika Cinta Berbuah Dilema

Suatu hari Fatimah binti Rasulullah Saw, berkata kepada Sayidina Ali, suaminya. "Wahai kekasihku, sesunguhnya aku pernah menyukai seorang pemuda ketika aku masih gadis dulu." "O ya," tanggap Sayidina Ali dengan wajah sedikit memerah. "Siapakah lelaki terhormat itu, dinda?" "Lelaki itu adalah engkau, sayangku," jawabnya sambil tersipu, membuat sayidina Ali tersenyum dan semakin mencintai isterinya. Percakapan romantis Siti Fatimah dengan Sayidina Ali di atas mungkin sudah menjadi hal biasa bagi para suami isteri.

Tetapi tidak bagi mereka yang belum menikah. Percakapan-percakapan romantis yang sering ditemukan dalam buku-buku pernikahan itu sungguh sangat imajinatif bagi para lajang yang sudah merindukan pernikahan, sekaligus juga misteri, apakah ia bisa seromantis Siti Fatimah dan Sayidina Ali?
Alangkah bahagianya, seorang pemuda yang sejak lama memimpikan obrolan-obrolan romantis akhirnya sampai di terminal harapan, sebuah pernikahan suci. Apa yang selama ini menjadi imajinasinya saat itu akan ia ungkapkan kepada isterinya. "Wahai kekasihku, ada satu kata yang dari dulu terpenjara di hatiku dan ingin sekali kukatakan kepadamu, aku mencintaimu."

Tetapi, kebahagiaan ini hanya milik mereka yang telah dikaruniai kemampuan untuk mengikat perjanjian yang berat (mitsaqan ghalidha), pernikahan itu. Bagi mereka yang masih harus melajang, semuanya masih hanya mimpi yang terus menggoda. Terkadang, ada pemuda yang tidak kuat melawan godaan imajinasinya. Keinginan untuk mengungkapkan cinta itu tiba-tiba sangat besar sekali.

Tetapi kepada siapa perasaan itu harus diungkapkan?
Sementara isteri belum punya, kekasih pun tidak ada. Karena kata pacaran sudah lama dihapus dalam kamus remajanya. Tapi, dorongan itu begitu besar, begitu dahsyat.

Awalnya, kuat. Sampai tibalah sebuah perjumpaan. Sebuah rapat koordinasi di organisasi kemahasiswaan atau dalam tugas kelompok dari sekolah telah mempertemukan dua pesona. Imajinasi itu kembali menari-nari.
"Nampaknya, dibalik jilbabnya yang rapi ia adalah gadis yang kuimpikan selama ini." "Oh, ketegasannya sesuai dengan penampilannya yang kalem, dia mungkin yang kuharapkan."

Dan cinta itu hadir. Tetapi, sudahkah saatnya cinta itu diucapkan? Padahal mengikat perjanjian yang berat belum sanggup dilakukan. Lalu apa yang harus dilakukan ketika dorongan untuk mengatakan perasaan semkain besar, teramat besar? Hingga perjumpaan dengannya jadi begitu mengasyikkan; menerima sms-nya menjadi kebahagiaan; berbincang dengannya menjadi kenikmatan; berpisah dengannya menjadi sebuah keberatan; ketidakhadirannya adalah rasa kehilangan.

Indah. Tapi ini adalah musibah! Interaksi muslim dan muslimah yang semakin longgar telah menggiring mereka kepada dua dinding dilema yang semakin menyempit dan begitu menekan.
Cinta terlanjur hadir. Meski indah tapi bermasalah. Mau menikah, persiapan belum cukup atau kondisi belum mendukung. Menunggu pernikahan, seminggu saja serasa setahun. Melepaskan dan memutuskan komunikasi, cinta terlanjur bersemi. Menjalani interaksi seperti biasa, semuanya membuat hati semakin merasa bersalah.

Apa yang bisa dijadikan solusi? Jawabannya akan sangat panjang lebar jika yang dijadikan landasan adalah realita dan logika. Tetapi, marilah kita bicara dengan nurani dan keimanan, agar semua bisa terselesaikan dengan cepat dan tuntas.

Tanyakan kepada nurani tentang keimanan yang bersemayam di dalamnya? Masihkah memiliki kekuatan untuk mempertahankan Allah sebagai nomor satu dan satu-satunya? Dengan kekuatan iman, cinta kepada Allah bisa mengeliminir cinta kepada seseorang yang telah menjauhkan dari keridhaan-Nya.
Cinta macam apa yang menjauhkan diri dari keridhaan Allah?
Untuk apa mempertahankan cinta yang akhirnya membuahkan benci Dzat yang sangat kita harapkan cinta-Nya?
Tanyakan pada keimanan dan nurani, siapa yang lebih dicintai, Allah ataukah "dia"?    
bismillah…
hayu…fokus tur… ^_^
niatkan semua hanya untuk 4JJI… (Im trying now…always istiqomah )

wajah indonesiaku… hitam…

Monday, January 8th, 2007

Awal tahun 2007 ini menjadi satu langkah kesuksesan baru bagi Indonesia dalam rangka menambah coretan arang di mukanya sendiri. Hmm…mungkin kalo dapat dilihat secara kasat mata, muka bangsa yang selama ini aku sayangi ini, mungkin tiada tersisa lagi untuk menampung corengan arang malu karena banyaknya peristiwa yang semakin membuat hitam legam wajah bangsaku ini.

Sebut saja Ibadah haji yang notabene merupakan hajad bangsa Indonesia secara tahunan. Walaupun telah berpengalaman dalam mengirim para jamaah-nya selama berpuluh-puluh tahun, dari dulu jaman jebot, yaitu semasa naik haji masih membutuhkan waktu kurang lebih satu tahun karena belum ada kapal terbang. Sampai sekarang, dengan menggunakan kapal terbang sehingga jarak indo-arab dapat ditempuh hanya dalam beberapa jam saja. Masih saja ada kejadian yang memalukan menimpa para jamaah haji indonesia.

Sebutlah kasus terakhir tentang kasus kelaparan… bukan karena di arab saat ini sedang musim paceklik, malah cuaca di sana cenderung lebih dingin, karena sedang musim hujan. Hmmm…sebabnya sederhana, hanya gara-gara pemerintah Indonesia memberikan tender katering makanan kepada satu perusahaan saja. Memang perusahaan tersebut sudah berpengalaman dalam mengadakan katering untuk pihak Indonesia tetapi, apakah mereka (baca panitia haji Indonesia) tidak berpikir tentang kemungkinan terburuk yang dapat terjadi? karena kita hanya manusia, tugas kita berikhtiar sebaik-baiknya dan menyerahkan kepada 4JJI semata tentang hasilnya…

Terlalu naif memang, jika kita memberikan tender katering untuk sekian ratus ribu orang jamaah Indonesia kepada hanya satu perusahaan saja. Apalagi jika proses pemberian projek tersebut tidak melalui proses tender secara semestinya… ada hal-hal yang ganjil dalam proses pengadaan katering ini sehingga sekarang menuai masalah… dan akibatnya, nama Indonesia semakin harum di dunia Internasional!! harum bau arang yang terbakar malu….!!!

—> menurut catatan sejarah…
departemen terkorup di Indonesia adalah departemen agama… apakah benar? mungkin dengan adanya kasus ini saya mulai percaya…

Kemudian tepat pada pembukaan tahun 2007 ini arang hitam kembali mencoreng muka Indonesia lagi. Jatuhnya salah satu pesawat boeing, maskapai Adam air yang sampai blog ini di tulis belum ada kepastian tentang keberadaan dan
bangkainya… (baik pesawat maupun penumpangnya…) keprihatinan tengah menyelimuti bangsa ini, setelah sehari sebelumnya salah satu KRI kita juga ada yang tenggelem di Latu Jawa, tepatnya Laut Kendal…

Hmm…. sebenarnya bagaimana kinerja kontrol departemen perhubungan dalam mengontrol pesawat yang laik terbang di wilayah udara Indonesia?? perlu dipertanyakan… Belum cukup di buat malu karena jatuhnya pesawat yang notabene sudah kadaluwarsa usianya..kini Indonesia harus rela untuk menambah coretan di wajahnya lagi… bagaimana tidak, untuk mencari pesawat yang "segedhe gaban" (kalau orang muda bilang… ^_^) sudah hampir satu minggu pencarian, asng pesawat belum ketemu rimbanya.

Sampai-sampai negara tetangga kita(singapura), ikut mengirimkan pesawat tempurnya untuk melakukan penyisiran di daerah tempat pesawat jatuh. Bahkan, Amerika yang notabene pemilik maskapai penerbangan si Adam ini, juga mengirimkan kapalnya untuk melakukan pencarian, dan kini sudah memasuki wilayah perairan Indonesia. Sampai-sampai dirjen postel mengerahkan frequency tracking position tools nya untuk melacak pesawat ini…

Huhh…. Indonesia-indonesia..kapan engkau dewasa??
masalah2-mu itu kadang-kadang membuatku gemas…geram…sekaligus sedih…
Lucu… jadi dagelan di dunia Internasional…
tapi sudah terlambat untuk malu…