Archive for November, 2006

sate kambing…sialan….!!!

Thursday, November 30th, 2006

Pram pengin bagi-bagi pengalaman…
Sudah seminggu ini perut pram kurang pas configurasinya. Jika biasanya Quality of Service perut ini tiap hari ke mendigest trafik junk sehari sekali (tiap pagi, waktu mandi), kini frekuensi trafik junk itu berubah lebih banyak…sehari bisa-bisa tiga kali, perut ini mendigest-nya dengan waktu yang random alias acak…

Pernah suatu waktu, pram mandi pagi…tapi alarm digest dari perut ini ga bunyi-bunyi, so jadwal digesting-nya pun jadi terlambat. Eh…giliran pas udah masuk kelas, ga tau kenapa alarm itu berbunyi teru-menerus (walaupun dengan suara lirih…^_^), walhasil selain alarm bunyi, alarm jenis lain-pun muncul dengan sendirinya…(smell’s like fried banan ) He..he…he… untung aj sensitivitas receiver temen-temen (baik telinga ma hidung) tidak cukup peka untuk mendeteksi noise yang keluar dari alarmku… :p

Well..setelah kelas selesai, alarm itupun sudah tidak berbunyi lagi. Ya sudah, akhirnya ku putuskan untuk mengisi perut ini dengan trafik Gizi di kantin STT. Coba tebak…apa yang terjadi..? Ternyata pada saat rate trafik gizi itu sedang lancar-lancarnya, ternyata perut ini membroadcast ARP keseluruh jaringan pembuluh darah sekaligus membunyikan alarm (lagi), baik alarm bunyi dan bau yang semakin besar noisenya. Wal hasil, trafik Gizi itu dengan suksesnya terinterupt oleh trafik junk yang nge-flood (baca membanjiri) dan mood-ku untuk memberi asupan gizi-pun musnah sudah. Keringat (dingin) membanjiri seluruh tubuh… ga keruan rasanya.

Sejurus kemudian, pram sudah berada di sebuah ruangan maintenance berukuran     1 x 3 meter, untuk membuang trafik junk itu. Di ruangan itu, alarm berbunyi menggema ke seluruh ruangan,….pfiuhhh…lega euy. Akhirnya performansi perut ini kembali normal…dan trafik perut ini dapat menjalankan aktivitas rutinnya dengan baik (untuk sementara). Tetapi…keadaan itu tidak bertahan lama, karena setelah kurang lebih tiga jam berlalu, alarm itu-pun kembali berbunyi lagi, dan terpaksa pram kembali ke ruang maintenance untuk membuant trafik junk itu.

keadaan unstable ini dapat berulang hingga tiga kali sehari…dan waktu terjadinya sungguh sangat random…

Apakah gerangan yang terjadi pada salah satu komponen terpenting tubuhku ini? Hmm…ternyata saat kuingat-ingat lagi, sehari yang lalu pram memasukkan trafik gizi yang mungkin membawa Virus dan Worm (baca bacteri) karena kurang sempurna dalam pemfilterannya (baca memasak). SATE KAMBING depan MSU…!!! ternyata si sate kambing ini adalah biang kerok dari semua ketidak stabilan sistem perutku ini.

……………alhamdulillah setelah itu beberapa hari performansi perut ini sudah lumayan normal, paling parah dua kali sehari maintenance…dan waktunya-pun sudah teratur yaitu pagi dan sore.. (sekalian bersih-bersih casing ^_^)

Tapi…sampai tadi malam, tiba-tiba pram kepingin asupan Gizi lagi dari trafik Sate Kambing. Kali ini trafik itu berasal dari warung sate sukapura (yang selama ini terkenal paling enak)….jam satu pagi pram tidur, setelah ngoprek matlab sebentar.
TIba-tiba, sekitar setengah empat pagi perut ini mengeluarkan alarm darurat. Sungguh, terasa melilit seperti diikat tali yang semakin lama semakin kencang. Alarm itu juga berpengaruh pada komponen pernapasanku, karena secara tidak langsung jaringan perut ini terhubung dengan jaringan pernafasan melalui kerongkongan.

Bau tak sedap keluar dari mulut menuju kerongkongan dan menyengat hidung ini. Ternyata hal ini memang keadaan gawat darurat, trafik junk di perut ini sudah nge-flood (membanjir) dan puncaknya terjadi saat pram berusaha memaintenance-nya…ternyata trafik tersebut tidak bisa dikeluarkan melewati jalur semestinya…(lewat backbone pencernaan) Coba tebak….? bagaimana pram mengeluarkan trafik junk itu dari perut ini…. Lewat mulut..!!! alias overload trafik junk yang menyebabkan Denial of Service jaringan pencernaan, dan terpaksa melewati jalur alternatif lain yaitu: Muntah-muntah….lewat mulut dan Hidung…!!!

Sungguh, saat itu performansi tubuh ini turun drastis. Lemas…Kesel…tetapi Lega… karena trafik junk tersebut sudah berhasil dikeluarkan (meskipun dengan paksa…melalui tempat asal masuknya). Sedangkan pagi ini, keadaan perut ini masih dalam tahap recovery. Alhamdulillah sudah mendingan…

kesimpulan yang didapat:
SATE KAMBING didekat STT baik yang didepan MSU maupun yang di SKP
memuat trafik junk yang bisa membahayakan kinerja jaringan pencernaan kita…
be aware… yang jelas pram sekarang sudah merasakan Trauma… >_<

hati-hati dengan apa yang kita makan…
jaga kesehatan…ok!!!

bimbingan lagi euy…^_^

Wednesday, November 29th, 2006

Kemaren sore (rabu) pukul setengah empat, ujan deres mengguyur kampus ST3. Sedikit demi sedikit aku kumpulkan semangatku untuk bertemu dengan suhu TA… pak Heru. Walaupun hari hujan… kulangkahkan kakiku menuju lab antena, t4 pak heru "mangkal" sekarang. Hue…hue..hue…mungkin baru aku yang saat itu mengenakan sandal jepit warna ijo, padahal ingin bertemu dengan "suhu-suhu" TA. Ah tapi cuek aj…yang penting niat pram baik, dan juga hari ujan…daripada sepatuku basah semua dan besok jadi masuk angin.

Sejurus kemudian berangkatlah aku…melewati lorong gedung E sayap kiri dari lab GSM menuju tangga depan. Tetapi, karena lantai yang licin, dan sandal jepit yang sudah lumayan kadaluwarsa, aku terpeleset di turunan tangga depan itu. Slereeet…gedabruk…!!! begitu bunyinya….spontan aku mengucapkan Astaughfirullah….dan alhamdulillahnya tidak ada bagian tubuh ini yang terantuk sesuatu (khususnya kepala)…hanya kelingking ini sedikit lecet karena menahan jatuhnya tubuh, dan kaki kiriku yang memar-memar…dari ujung mata kaki sampai paha…T_T

Tidak mau aku beralarut-larut dengan jatuhku saat itu, dengan semangat yang semakin membara…mengalahkan dinginnya suhu hujan hari itu…aku kembangkan payung yang ku pinjam dari si Kopral juned dan kulangkahkan kaki lagi ditengahnya hujan deras yang mengguyur kota tua ini (dayeuhkolot, red)

Setelah berjalan membelawah derasnya hujan selama seperempat jam, akhirnya sampailah aku di salah satu pojok ST3 dimana salah satu tower ST3 berada, tempat paling "berbahaya" karena sekali-sekali ada kilat nyasar menyambar tower tersebut. Nah di bawah tower itulah…gedung lab antena berada.

Kumasuki lab tersebut…dan kebetulan Om Nachwan juga ada. Pucuk di cinta Ulam pun tiba, hari ini aku bisa bimbingan dengan dua pembimbing sekaligus. Waktu itu pak heru lagi sibuk, yah terpaksa menunggu antrian (karena sebelum aku ada kakak kelas yang sudah menunggu). Hampir satu jam berlalu (pram menunggu dengan m’rokok di luar ruangan n’ ngobrol ma anak2 asisten antena) akhirnya pak heru keluar juga. Setelah sekitar setengah jam berbincang-berbincang dengan masnya yang lebih dulu datang, akhirnya giliranku tiba. Hue…hue…hue…dengan gaya bercanda kita ngobrol tentang kemajuan TA pram yang masih berjalan dit4…(mending lah masi bisa berjalan :P), sekali waktu beliau bercanda dan menggoda anak didiknya ini (maklum, pram juga sering menggoda suhu kita yang satu ini… ^_^). Setelah puas konsultasi (mungkin lebih tepatnya "curhat" )dengan pak heru, kemudian giliran aku berdiskusi dengan pak nachwan… Dengan beliau, pram lebih leluasa lagi mengeluarkan unek-unek…karena beliau adalah Ka lab GSM yang sudah akrab dengan anak-anak lab.
Alhamdulillah bimbingan selesai sekitar enam kurang seperempat. Dan pram mendapat banyak pencerahan dari hasil diskusi sore itu…

terimakasih para suhu…^_^

antara TA ku dan TA mu…

Friday, November 24th, 2006

dalam karir pram sebagai mahasiswa…(ciee…sok penting…) alhamdulillah pram bisa sedikit membantu temen-temen pram yang sedang menghadapi masalah TA… baik kakak kelas angkatan (ada yang tiga tahun diatas pram, ada yang dua taun, ada yang satu taun…baik dari elektro, informatika, ato Industri ) Merasakan keberhasilan mereka menyelesaikan TA sungguh kebahagiaan tersendiri bagi pram…dan melihat mereka Wisuda…sungguh suatu motivasi tersendiri bagi pram. Betapa pengetahuan pram yang masih dangkal ini bisa bermanfaat bagi temen-temen….^_^

akhir-akhir ini juga, temen-temen seangkatan pram lagi pada kena demam TA (juga)…mereka pada bingung cari judul buat bakal TA-nya…dan alhamdulillah pram juga banyak dipercaya jadi teman diskusi oleh mereka (istilah kerennya pembimbing III…alah..)… he..he..he… bukan karena pram pinter, tetapi lebih karena pram lebih dulu mengenal bahasan TA yang mereka kerjakan ^_^

btw…semangat bagi temen-temen yang sekarang sedang berproses dalam membuat TA….
ngomong-ngomong masalah TA…guntur juga sekarang sedang di tengah-tengah pengerjaan TA, dulu…pas pertama kali ingin menggarap TA ini…sungguh semangat guntur berapi-api…dan menyala tanpa henti…sampai…kini api itu mulai meredup…

entah mengapa semangat itu kini tak seterang dulu…
kini pram sedang menghadapi persimpangan besar yang mau tidak mau harus pram pilih dengan penuh rasa tanggung jawab dan segala konsekwensinya…
memang benar kata senior yang bilang..bahwa dalam berproses membuat TA… ada saja godaannya…entah masalah ini lah…masalah itu lah… sungguh kadang bikin pram pusing >_<

semoga jalan yang pram kelak pilih nanti, menjadi jalan yang terbaik bagi guntur…amin!!!
ya 4JJI semoga Kau jaga selalu api semangat pram ini…jangan biarkan dia redup…jangan sampai mati ya 4JJI…. ya Rabb…. T_T

just wanna say hello

Thursday, November 23rd, 2006

hmm…
tiba-tiba pengin nulis blog..
tapi ga tau mw nulis apaan…
ya udah…
just wanna say hello ajah…^_^

kesaksian seorang TKI

Saturday, November 18th, 2006

Kemarin hari rabu aku sama seorang temenku pergi ke ibukota, untuk bersiaturrahmi kepada kakak-kakak kelas yang sudah kerja di sana, sekalian nanti kalau aku ada keperluan ke jakarta sudah tahu kemana tempat untuk menuju ^_^. Sebernarnya ada misi khusus juga menyangkut kedatanganku ke jakarta ini, yaitu untuk menindaklanjuti rencana project…semoga aja berhasil dengan baik.

Rabu malam sekitar jam setengah sebelas, kami (aku dan temanku) sampai di daerah cilandak, tepatnya warung jati yaitu menuju ke alamat kosan Natha’ salah seorang kakak kelas yang kini sudah bekerja di salah satu operator telekomunikasi di Indonesia. Setelah melalui proses yang lumayan panjang, tanya kesana kemari, akhirnya kosan si Natha’ kami temukan.

Singkat cerita, kami beristirahat di kosan itu sampai keesokan hari tiba. Karena sangat lelahnya, sehabis shubuh aku kembali merebahkan punggung di sofa depan ruang lobi lantai dua kosan itu, dan akhirnya terbangun sekitar jam 10.00. Kemudian karena merasa panas, aku langsung mandi untuk menghilangkan keringat, tapi apa lacur…ternyata jakarta bersuhu begitu panasnya sehingga sedetik setelah aku melepaskan gayung, tubuh ini kontan merasakan panas lagi, dan keringat pun mulai menetes dari setiap inchi tubuh ini.

Setelah sholat dzhuhur di masjid, kami makan di warung sebelah kosan. Kemudian terpikir untuk jalan-jalan sebentar, he..he…he…ternyata baru sekitar lima menit bertemu dengan matahari jakarta, rambut ini terasa terbakar semua, otak ini serasa mendidih, rasa pusing pun menjalar mengakar di kepala ini. Yah…akhirnya kami menyerah tanpa syarat pada panas itu, sejurus kemudian kami sudah mundur ke garis pertahanan (kosan Natha’)

Akhirnya kami putuskan untuk menonton DVD sembari tiduran dan bincang-bincang di ruang tamu lantai dua. Di sinilah aku mulai mendapatkan reportase langsung dari narasumber tentang kejamnya dunia TKI… Waktu itu jarum jam menunjuk pada angka setengah dua. Temanku memutuskan untuk membaca buku yang dia bawa dari bandung di teras depan lantai dua, sembari ‘ngisis’. Waktu itu DVD sudah selesai di tonton, beralihlah kita ke TV (stasiun TV di jakarta bejibun banyaknya).

Sembari nonton TV ku mulailah pembicaraan dengan seorang teman baru (tadi pagi baru kenalan inisalnya "S", asal jawatimur). "Jadi gimana mas ceritanya…kok bisa ketemu sama istri mas ?" …terus dia pun menjawab kisah cinta-nya dari A-Z…dan banyak memberi pelajaran pada aku yang boleh dibilang masih hijau dalam masalah percintaan… dari cerita kejadian pertama kali bertemu, terus terpisah selama lima tahun tanpa ada kabar satupun, terus bertemu kembali, kemudian proses pranikah yang sungguh sangat seru…!!! pokoknya salutlah sama mas "S" ini. Waktu itu aku sampai mengacungkan dua jempolku padanya.

Nah, pada masa lima tahun berpisah itu mas "S" memutuskan untuk merantau ke Malaysia menjadi TKI. Di sinilah cerita reportase ala guntur dimulai. Dengan bermodalkan uang 5 juta hasil menjual raja-kaya dan sepetak tanah orangtua, akhirnya berangkatlah mas "S" ini ke Malaysia. Transit di Bandara cengkareng, kemudian naik pesawat munuju ke Malaysia….eitss bentar-bentar, bukan Malaysia, tetapi menuju Batam. Lhoh kok ke Batam, bukannya tadi dibilang mau jadi TKI di Malaysia? Ternyata usut punya usut, si mas "S" ini berangkat menjadi TKII (alias TKI Ilegal) atau kalau orang malaysia bilang "orang kosong". Akhirnya mau tidak mau, mereka di inapkan di Batam selama satu minggu, menanti saat yang "tepat" untuk berangkat ke malaysia melalui jalur laut.

Selama satu minggu di Batam, terjalinlah rasa persaudaraan yang kuat antar peserta TKII ini. Dari keterangan mas "S" ini, kurang lebih ada sekitar 15 orang (guntur lupa jumlahnya), 5 orang dari jawa, dan sekitar 10 orang dari Flores. Lima orang jawa ini saling bertukar cerita tentang keluarga, dan motivasinya untuk berangkat ke Malaysia menjadi TKI ini. Mas "S" ini pada waktu itu berusia sekitar 21 tahun, sedangkan kedua rekannya berusia 30 tahun akhir, sudah berkeluarga dan memilik anak. Salah satunya bercerita pernah tertipu oleh calo TKI Ilegal dan di deportase karena tertangkap oleh polisi Malaysia. "Untuk itu sekarang saya mau mengeluarkan uang lebih untuk menjadi TKI yang resmi"aku dia… (kasihan bapak ini…sudah pernah tertipu, kini tertipu lagi…tetapi sebenarnya jasa TKI yang sekarang ini tidak sepenuhnya ilegal, katanya paspor yang digunakan saat itu saja yang bukan ditujukan untuk bekerja…wallahua’lam)

Setelah selama seminggu menunggu di Batam, di dalam kamar yang kecil, berjejalan bersama lima belas TKI, sungguh sangat menyiksa. Akhirnya pagi-pagi pukul 3, mereka mau di berangkatkan dengan speedboot, namun ternyata tidak jadi karena pihak polisi malaysia sudah mengetahui rencana mereka. Sejurus kemudian, sekitar habis subuh pukul setengah lima…mereka di bangunkan lagi dan di berangkatkan tepat pukul lima. Dengan sembunyi-sembunyi mereka menyusuri lautan di sekitar batam, singapura, dan malaysia. Namun apa boleh di kata, polisi Malaysia telah menunggu di bibir pantai. Terpaksa…sudah setengah jalan, para TKI ini dipaksa untuk menyebur ke laut dan berenang ke pantai (daripada tertangkap oleh polisi). Dengan barang bawaan yang berat, mereka sibuk berjuang melawan arus ombak laut dan angin yang berhembus kencang.

….Namun, ada dua orang yang saat itu tidak hanya berjuang melawan arus laut, melainkan berjuan melawan maut… Mas "S" hanya bisa melihat mereka berdua (teman cerita yang sudah berusia dan meninggalkan anak-anaknya) meronta di tengah kedalaman lautan, dalam benak hati mas "S" saat itu ingin menolong, tapi dia takut tidak bisa membawa tiga tubuh dengan beban barang bawaannya masing-masing. Akhirnya, dengan airmata menetes mas "S" melihat tangan mereka berdua mulai lemas meronta, dan akhirnya tenggelam perlahan. Sungguh adegan yang sangat memilukan, apalagi mengingat anak dan istri mereka di kampung menanti dengan penuh harap.

Alhamdulillah akhirnya mas "S" bersama kedua teman jawanya berhasil mencapai pantai. Tapi penderitaan mereka belum berakhir, mereka masih harus berurusan dengan polisi malaysia…dan akhirnya mereka di tangkap dan disekap di barak-barak pinggir pantai seperti layaknya orang-orang pesakitan. Menurut kesaksian mas "S" ada seorang temannya yang dipukuli polisi Malaysia karena menyimpan uang di saku dalamnya tanpa bilang kepada polisi tersebut. Ada seorang polisi yang sungguh sangat kejam…namanya Hasan…sampai-sampai mas "S" ini menyebut: "nek aku ketemu karo ndeke meneh…wis bakalan tak pateni, rak peduli aku!!!" (kalau aku bertemu dengan dia lagi, pasti akan aku bunuh dia, tidak perduli aku…) Sungguh betapa kejamnya polisi itu…sampai temannya itu setengah mati di siksanya.

Kurang lebih seminggu ketiga orang tersebut disekap dibarak tersebut. Selama seminggu itu, mereka di beri makan nasi dengan lauk ikan teri saja. Yang memasak adalah seorang wanita keturunan medan, mas "S" berkenalan dengan orang itu dan mencari-cari informasi, berikut petikan percakapan mereka:
mas "S" : "kak, kakak sudah lama ya di malaysia?"
wanita itu: "iya, awak sudah lame di malaysie, kire-kire delapan taon…"
mas"S" : "kak, kira-kira susah tidak mencari pekerjaan di malaysia ini? kakak ada pekerjaan tidakuntuk saya?"
wanita itu : "wah, susah kerja di jiran ni, awak saje jadi hostes di kelab malam, terus kalau siang kerja masak di sini"
mas"S" : "terus bagaimana kak cara saya mendapatkan pekerjaan di sini…"

percakapan pun berjalan seterusnya….
kemudian diketahui bahwa wanita itu ternyata istri salah seorang polisi malaysia yang bertugas di barak tersebut. kalau malam dia bekerja sebagai pelayan di salah satu kelab malam di dekat situ, dan kalau siang dia disuruh bantu-bantu memasak oleh suaminya di komplek barak tersebut.

Singkat cerita seminggu-pun berlalu. Ada seorang jawa malaysia yang mendatangi mas "S" bertanya kepadanya :
orang jawa malaysia : "kamu mau kerja?"
mas "S" : "mau pak, kerja apa saja yang penting halah."…mas "S" sungguh sangat antusias                menyambut kesempatan tersebut.
orang jawa malaysia : "ya sudah, kamu ikut saya kerja di bangunan tapi kamu harus bayar ke saya           800 ringgit, soalnya untuk membawa kamu saya harus membayar ke polisi-polisi itu 800 ringgit"
setelah berpikir sejenak, walaupun saat itu mas "S" tidak tahu seberapa banyak 800 ringgit itu (sekitar 2 juta rupiah) dia setuju dengan perjanjian itu.
mas "S" : "baik pak saya setuju bekerja dengan bapak. terimakasih"

akhirnya mas "S" bekerja bersama salah satu oranga jawa lainnya di bangunan dengan upah 25 ringgit perhari. satu lagi temannya bekerja di tempat lain. Menurut kesaksian mas "S", di Malaysia makanan sangatlah murah, dalam sebulan uang 200 ringgit sudah dapat mencukupi kebutuhan makannya (padahal kalau di rupiahkan sekitar 500ribu…^_^)

Akhirnya setelah bekerja sekitar tiga bulan, barulah dia bisa melunasi utangnya kepada si orang jawa malaysia itu. Dan gajinya-pun mulai naik setelah dia bekerja menjadi buruh bangunan selama setahun, menjadi 30 ringgit perhari. setelah sekitar dua tahun, dia akhirnya sanggup membeli HP untuk berkomunikasi dengan keluarga di kampung. "HP sing gedhene sak gembes wadah ngombe chah Teka" kata Mas "S" dengan bangga, waktu itu SIM card harganya masih 200 ribu.

Kemudian mas "S" juga berhasil membiayai kelurganya khususnya kedua adik perempuannya sampai ke jenjang SMEA. juga mengirim sejumlah uang kepada orang tuanya di kampung untuk kebutuhan sehari-hari, dan sebagai tabungan. Setelah tiga tahun merantau di malaysia, dan memiliki cukup uang untuk membeli tiket pulang pergi indo malaysia, juga sedikit uang untuk hidup di indo selama satu sampai dua bulan akhirnya dia memutuskan pulang kampung.

…setelah pulang kampung…apa lacur!! orangtuanya cerita, bahwa mereka telah ditipu sepuluh juta oleh oknum yang mengaku dari Goal Kuis. Katanya Goal kuis itu menawarkan hadiah motor untuk setiap deposit lima juta. Kebetulan saat itu di rumah ada uang sepuluh juta, otomatis namanya kesempatan yang bagus (menurut orang tuanya mas "S" saat itu) mereka mendepositkan seluruh uangnya biar bisa mendapatkan dua buah motor. Tapi…apa boleh dikata, uang mereka raib entah kemana…mereka tertipu mentah-mentah!!! Bukan motor yang didapat…uang-pun lenyap tak berbekas.

Mengetahui kenyataan itu, mas "S" sungguh sangat kecewa kepada keluarganya. Dia merasa kerja kerasnya di Malaysia selama ini di sia-siakan oleh keluarganya. Akhirnya dia memutuskan untuk kembali ke Malaysia untuk mencari "ganti" uang 10 juta yang raib itu. Dalam satu bulan itu dia sibuk mengurus paspor, visa dan semua keperluan untuk kembali ke malaysia menjadi TKI yang legal. Setelah seluruh keperluan terpenuhi, mas "S"-pun kembali ke Malaysia untuk mengadu nasibnya. Alhamdulillah, rejeki-nya di sana mengalir lancar. Namun ada perasaan dalam hati mas "S" ini yang membuat dirinya merasa malas bekerja lg di Malaysia. Dia merasa kerja kerasnya di negeri orang ini sia-sia jika keluarga-nya di kampung tidak bisa memanfaatkan kepercayaan unuk menjaga uang yang telah dia hasilkan (menurut pengalaman yang telah lalu..) Akhirnya perasaan itu berbuah sikap malas yang berlarut-larut dan akhirnya setelah dua tahun di Malaysia, pulanglah dia ke kampung.

Setelah pulang kampung, sikap mas "S"-pun berubah kepada keluarganya. Dia sangat cuek kepada keluarganya, kemudian hampir tiap hari pergi sore pulang pagi untuk balapan motor. Motor supra miliknya pun sudah di rombak habis untuk memenuhi hawa panas berbalapan tersebut. Berkali-kali dia jatuh mengalami kecelakaan, namun dia tidak kapok untuk melakukan balapan itu dan menghamburkan uang untuk merombak motornya.

Namun…akhirnya dia sadar…untuk apa dia melakukan semua ini?? menghamburkan uang sia-sia… tanpa ada guna…sesal-pun datang walaupun selalu terlambat. Namun sesal itu menumbuhkan kesadaran dan pertobatan yang sungguh luar biasa.

Kini mas "S" sudah memiliki rumah tangga sendiri…istrinya adalah lulusan salah satu sekolah tinggi administrasi negara di jakarta. Kini istrinya sedang menjalani magang di salah satu kantor pelayanan milik pemerintah di daerah warung jati. Sedangkan mas "S" sendiri kini menjadi peternak ikan yang cukup berhasil.
SALUTT kepada mas "S"…!!! terimakasih telah mau berbagi cerita ini kepada guntur ^_^

Satu hikmah yang bisa kita ambil dari cerita ini…pengalaman itu adalah guru yang paling baik, yang memberikan ilmu melalui hikamahnya. Tapi jangan sampai kita terjebak kepada pengalaman yang salah…ibarat guru…jika guru itu salah, jangan kau pegang ilmu yang berasal darinya.

semoga bermanfaat…!!!

eksploitasi kesedihan, kemiskinan, kesengsaraan…

Tuesday, November 14th, 2006

Kemarin aku melihat sebuah realiti show di salah satu stasiun televisi swasta, nama acaranya "pulang-kampung". Pada acara tersebut dikisahkan seorang bapak-bapak penjual minyak tanah keliling yang sudah tidak pulang kampung selama lebih dari 14 tahun. Sebutlah namanya "fulan", si fulan ini berasal dari garut. Dasar tim kreatif acara tersebut sangat keren, entah bagaimana caranya si pembawa acara (jeremy thomas dan mbak-mbak…lupa namanya) sudah sampai saja di rumah si fulan itu.

Sungguh betapa menderita-nya keluarga si fulan ini, tanpa kepala keluarga sebagai tempat bersandar hidup…mereka sangat kekurangan dalam sisi ekonomi. Istri si fulan ini menangis karena dihimpit beban ekonomi. Wajah memelasnya di close-up dalam-dalam oleh sang juru kamera, sehingga keriput-keriput di wajahnya terlihat jelas…di gurat oleh kemiskinan dan kesengsaraan.

Saat itu dengan tanpa sepengetahuan mereka, adegan melankolis dan penuh air mata itu direkam tanpa ada detik yang tersia-siakan. Kemudian sang Ibu (istri fulan) di suruh menulis surat yang di tujukan untuk suaminya agar fulan cepat pulang. Namun, ternyata sang istri tersebut "buta huruf" sehingga dengan polosnya sang pembawa acara menyuruh seorang anaknya yang bisa menulis untuk menulis surat tersebut. Surat itu kurang lebih berisi sbb:
"PAK CEPAT PULANG, KAMI TIDAK PUNYA UANG, BERAS TIDAK PUNYA, SAYA RINDU BAPAK…"
dengan berakhirnya adegan penulisan surat itu, berakhirlah adegan nestapa di garut itu…

acara-pun berlanjut ke jakarta…
rekaman video nestapa dan surat itu dibawa ke jakarta untuk diberikan kepada si fulan. Kali ini sang pembawa berita "suci" adalah si mbak-mbak (yang aku ga tau namanya)…dengan wajah cantiknya yang seperti bidadari menghampiri si fulan itu.

sungguh betapa malangnya sifulan itu…
di jakarta sebatang kara, berjuang mencari sesuap nasi bagi keluarga (niatnya…) ternyata di jakarta, untuk memelihara satu mulut (yaitu mulutnya sendiri) saja sungguh sudah setengah mati. Apalagi harus memelihara mulut seluruh keluarganya…
…setelah si mbak-mbak itu memberikan surat, di bukalah surat itu oleh sifulan…dan di bacanya surat itu dengan wajah penuh berlinangan airmata, dan mulut yang tak henti-hentinya berdzikir menyebut nama allah…astaughfirullah…lailahaillallah…alhamdulillah…
belum surut kesedihan itu…mbak-mbak itu menunjukkan rekaman keluarganya dari sebuah kamera. pada rekaman itu terlihatlah keluarganya (istri dan anaknya…) menangis pilu…mengaharapkan kepulangan sang kepala keluarganya itu…
semakin membanjirlah airmata sifulan itu…

sejurus kemudian, sang pahlawan-pun datang…si jeremy thomas. Dengan berjalan tegap, khas seorang ksatria jaman dulu…(sayang ga pake baju besi dan kuda…) mendekap si fulan dan menyatakan betapa pahamnya dirinya dengan kesedihan sifulan, dan berjanji akan berusaha membantu agar sifulan dapat "pulang kampung". Caranya adalah…si pahlawan itu memberi tantangan, agar sifulan menjajakan minyaknya ke kompleks perumahan sekitar, untuk setiap liter yang terjual akan diberikan imbalan yang sangat tinggi. Begitu baiknya si pahlawan ini…sebelum berangkat menjajakan minyak dengan gerobaknya…sifulan diberi baju dan topi baru untuk dipakainya…tidak ketinggalan gerobak minyaknya dihias sehingga tampak cantik…(he..he..he.. ternyata baju, topi dan hiasan gerobaknya ada tulisannya…POLDAN MIG…salah satu sponsor acara tersebut…) Salut..kepada tim kreatif…!!!!

Di tengah terik panas matahari siang itu, sifulan berjualan keliling kompleks…dan akhirnya berhasil menjual beberapa liter minyak tanah. Dengan wajah sumringah, sifulan kembali menghadap sang pahlawan itu dan dengan bahagia menerima uang imbalan hasil "kerja keras"-nya itu.

akhirnya pulang kampunglah dia…dengan segenap bekal yang diberi oleh acara tersebut…beras, uang, pakaian, dll… bahagialah mereka dapat berkumpul lagi dan merasakan hidup berkecukupan…(walaupun cuma sesaat saja…) entah esok, lusa, dan selanjutnya…
=================================================================================

betapa mulianya pembuat acara ini…dapat menjual kemiskinan dan kesengsaraan menjadi sebuah tontonan yang berating tinggi, dan otomatis menghasilkan uang yang banyak dari para sponsor di acara ini….eksploitasi sisi kemanusiaan…

tapi…menurut pendapatku…sifulan lebih hebat lagi…dengan kemiskinan dapat memberikan lapangan pekerjaan kepada si jeremy thomas, si mbak-mbak itu, si cameraman…dan segenap kru yang terlibat di sana…juga stasiun tivi dimana acara tersebut ditayangkan…

aku hanya bisa berdoa…semoga sifulan in selalu diberi rahmat dan rizky yang cukup sehingga tidak perlu lagi berpisah dengan keluarganya…dan mengalami nasib sedih seperti ini…
sedangkan bagi stasiun tivi…salut kepada anda!!! tapi aku hanya ingin mengungkapkan isi hati ini…bahwa saat menonton acara itu… ada suara batin ini…di mana nuranimu, dengan tega mengeksploitasi kemiskinan….hanya untuk menghasilkan acara yang tinggi ratingnya…
(masih banyak realiti show yang lain…uang kaget, toloong…dll)

kalau mau nolong, kalau mau memberi kemudahan kepada sesama…Ikhlaslah!!! jangan ada motivasi lain…!!! karena 4JJI maha tahu…dan rakib atid selalu mencatat amal baik dan burk kita…

Wisuda = uWis + udaH

Friday, November 10th, 2006

hari ini, tak seperti biasanya kampus putih biruku ramai dipadati mobil dan kendaraan lainnya. suasana semarak mulai terlihat saat aku melangkahkan kaki ke kelas untuk ujian pagi ini.. (he…he….he…yang lain pada wisuda, aku malah sibuk dengan ujianku…hikz…)

kadang aku berpikir, sebenarnya apa sih arti harafiah dari wisuda itu…? menurut kamus bahasa ngawur djawa…hasil karanganku…wisuda itu terbentuk dari asal kata = uWis + udaH. Arinya adalah suatu saat dimana kita telah rampung dalam mengerjakan sesuatu (dalam hal ini pendidikan)dan kita layak mendapat gelar untuk itu.

sungguh hati ini trenyuh bila mengingat orang tua di semarang. mereka bekerja keras membanting tulang, memeras keringat untuk membiayai anaknya ini…namun apa yang bisa diberikan anak-mu yan durhaka ini… bapak, ibu…maafkan anakmu yang tidak berbhakti ini… anakmu di sini tidak melaksanakan amanah dengan baik. ogah-ogahan dalama menjalanin kuliah, santai-santai…, bermalas-malasan…sungguh betapa durhakanya diriku

namun…aku sangat bersyukur kepada 4JJI selalu melimpahkan rahmat dan ridho-Nya kepada keluarga kami, sehingga sampai saat ini kami masih dapat menjalani kehidupan ini dengan baik… subahanallah wal hamdulillah wa laailahailallahu allahuakbar… mungkin hanya itu wirid yang dapat ku persembahkan pada-Mu ya Rabb… hamba-Mu yang kufur ini, hamba-Mu yang dhoif ini, hamba-Mu yang kafir dan kemaksiatan ini…mungkin tidak pantas mengecap rahmat-mu…tapi betapa Maha pengasihnya diri-Mu ya 4JJI…terimakasih….

wisuda… ya 4JJI berilaha ghiroh kepada hamba-Mu ini…sehingga dapat menyusul rekan-rekan wisudawan hari ini…(insya’4JJI secepatnya…amin!!!). Sepertinya aku harus memulai dari awal…meluruskan niat ini…menghimpun semangat untuk membulatkan tekad…sehingga dapat menyempurnakan ikhtiar….di jalan-Mu ya 4JJI ya Rabb..

bismillahirrahmaanirrahiim.
allahuakbar!!!

delapan kado terindah….

Thursday, November 9th, 2006

  Aneka kado ini tidak dijual di toko. Anda bisa
menghadiahkannya setiap saat, dan tak perlu membeli !
Meski begitu, delapan macam kado ini adalah hadiah
terindah dan tak ternilai bagi orang-orang yang Anda
sayangi.

KEHADIRAN
Kehadiran orang yang dikasihi rasanya adalah kado yang
tak ternilai harganya. Memang kita bisa juga hadir
dihadapannya lewat surat,telepon, foto atau faks.
Namun dengan berada disampingnya. Anda dan dia dapat
berbagi perasaan, perhatian , dan kasih sayang secara
lebih utuh dan intensif. Dengan demikian, kualitas
kehadiran juga penting. Jadikan kehadiran Anda sebagai
pembawa kebahagian.
NB.: pantes ya.. setiap kali hari raya keagamaan,
orang selalu berbondong-bondong mudik…

MENDENGAR
Sedikit orang yang mampu memberikan kado ini, sebab,
kebanyakan orang lebih
suka didengarkan, ketimbang mendengarkan. Sudah lama
diketehui bahwa keharmonisan hubungan antar manusia
amat ditentukan oleh kesediaan saling mendengarkan.
Berikan kado ini untuknya. Dengan mencurahkan
perhatian pada segala ucapannya, secara taklangsung
kita juga telah menumbuhkan kesabaran dan kerendahan
hati. Untuk bisa mendengar dengan baik, pastikan Anda
dalam keadaan betul-betul relaks dan bisa menangkap
utuh apa yang disampaikan. Tatap wajahnya. Tidak perlu
menyela, mengkritik, apalagi menghakimi. Biarkan ia
menuntaskannya. Ini memudahkan Anda memberi tanggapan
yang tepat setelah itu. Tidak harus berupa diskusi
atau penilaian. Sekedar ucapan terima kasihpun akan
terdengar manis baginya.

D I A M
Seperti kata-kata, didalam diam juga ada kekuatan.
Diam bisa dipakai untuk menghukum, mengusir, atau
membingungkan orang. Tapi lebih dari segalanya. Diam
juga bisa menunjukkan kecintaan kita pada seseorang
karenamemberinya " ruang". Terlebih jika sehari-hari
kita sudah terbiasa gemar menasihati, mengatur,
mengkritik bahkan mengomeli.

KEBEBASAN
Mencintai seseorang bukan berarti memberi kita hak
penuh untuk memiliki atau mengatur kehidupan orang
bersangkutan. Bisakah kita mengaku mencintai seseorang
jika kita selalu mengekangnya ? Memberi kebebasan
adalah salah satu perwujudan cinta. Makna kebebasan
bukanlah, "Kau bebas berbuat semaumu." Lebih dalam
dari itu, memberi kebebasan adalah memberinya
kepercayaan penuh untuk bertanggung jawab atas segala
hal yang ia putuskan atau lakukan

KEINDAHAN
Siapa yang tak bahagia, jika orang yang disayangi
tiba-tiba tampil lebih ganteng atau cantik ?
(eh..)Tampil indah dan rupawan juga merupakan kado
lho. Bahkan tak salah jika Anda mengkadokannya tiap
hari ! Selain keindahan penampilan pribadi, Anda pun
bisa menghadiahkan keindahan suasana dirumah. Vas dan
bunga segar cantik di ruang keluarga atau meja makan
yang tertata indah, misalnya.

TANGGAPAN POSITIF
Tanpa, sadar, sering kita memberikan penilaian negatif
terhadap pikiran, sikap atau tindakan orang yang kita
sayangi. Seolah-olah tidak ada yang benar dari dirinya
dan kebenaran mutlak hanya pada kita. Kali ini, coba
hadiahkan tanggapan positif. Nyatakan dengan jelas dan
tulus. Cobalah ingat, berapa kali dalam seminggu
terakhir anda mengucapkan terima kasih atas segala hal
yang dilakukannya demi Anda. Ingat-ingat pula,
pernahkah Anda memujinya. Kedua hal itu, ucapan terima
kasih dan pujian (dan juga permintaan maaf ), adalah
kado cinta yang sering terlupakan.

KESEDIAAN MENGALAH
Tidak semua masalah layak menjadi bahan pertengkaran.
Apalagi sampai menjadi cekcok yang hebat. Semestinya
Anda pertimbangkan, apa iya sebuah hubungan cinta
dikorbankan jadi berantakan hanya gara-gara persoalan
itu? Bila Anda memikirkan hal ini, berarti Anda siap
memberikan kado " kesediaan mengalah". Okelah, Anda
mungkin kesal atau marah karena dia telat datang
memenuhi janji. Tapi kalau kejadiannya baru sekali
itu, kenapa mesti jadi pemicu pertengkaran yang
berlarut-larut ? Kesediaan untuk mengalah sudah dapat
melunturkan sakit hati dan mengajak kita menyadari
bahwa tidak ada manusia yang sempurna didunia ini.

SENYUMAN
Percaya atau tidak, kekuatan senyuman amat luar biasa.
Senyuman,terlebih yang diberikan dengan tulus, bisa
menjadi pencair hubungan yang beku, pemberi semangat
dalam keputus asaan. pencerah suasana muram, bahkan
obat penenang jiwa yang resah. Senyuman juga merupakan
isyarat untuk membuka diri dengan dunia sekeliling
kita. Kapan terakhir kali anda menghadiahkan senyuman
manis pada orang yang dikasihi ?

teken from ukhuwah.or.id
nymph…semoga kau baca blog ku ini…

fulan ST.,SH.,PhD.

Wednesday, November 1st, 2006

pernahkah engkau mengenal seseorang bernama "fulan ST.,SH.,PhD."
sungguh gelar yang sangat panjang…(ga’mungkin…masa’ lom dapet master uda doktor… :P)
gelar yang didapat penuh dengan perjuangan…
menempuh jalur penuh likum yang penuh "batu" dan "paku"

namun aneh…
tiap kali kaki ini tersandung "batu"
tiap kali kaki ini tertancap "paku"
kait hati ini semakin erat menancap…

fulan…
Suratmu (entah itu sms, email, dll…) kuTunggu (selalu…)—->ST
Sepanjang Hari—->SH
untuk Pelipur hati Duka—>PhD

fulan…
fulanmu disini sedang menyadur hati :P

hayah….
siapakah aku ini….
belajar dulu yang giat tur!!!
biar cepet lulus…terus langsung lamar… ^_^
(siapa juga yang mau untuk kamu lamar tur..??)

baru setelah nikah… ada fulan-fulanan… :P

daging oh daging….

Wednesday, November 1st, 2006

Masih lekat di ingatan kita tentang formalin, boraks, dan pewarna tekstil yang sempat membuat heboh jagad perkonsumsian makanan di Indonesia. Belum lagi masalah daging impor sapi gila, daging ayam tiren, dan daging ayam yang sudah terkena flu burung…Sungguh betapa carut marutnya wajah makanan Indonesia di mata dunia kesehatan…

Beberapa hari yang lalu pram melihat investigasi yang dilakukan salah satu stasiun televisi swasta tentang "Daging Sapi Gelonggongan" Kebetulan waktu itu menjelang hari raya Iedul Fitri, dimana konsumsi daging sapi yang cenderung meningkat tajam. Harga daging sapi-pun meningkat drastis menjadi 65.000 rupiah tiap kilonya.

Dalam investigasi tersebut, disiarkan tentang operasi pasar yang kebetulan saat itu dilakukan di pasar Johar semarang (t4 kelahiranku…). Dari sekian banyak daging yang dijual dan digantung oleh para pedagang, ternyata masih ada para pedagang yang nekat menjual daging gelonggongan (entah si penjual itu tahu atau tidak…). Perlu di ketahui bahwa harga daging gelonggongan dibanding daging sapi segar itu terpaut lima ribu rupiah tiap kilo. Wal hasil, konsumen-pun lebih memilih daging gelonggong karena harganya yang lebih "miring"

Timbul pertanyaan, sebenarnya apa daging gelonggongan itu? mengapa harganya bisa lebih murah? terus mengapa daging itu berbahaya untuk di konsumsi..?
Daging gelonggongan adalah daging yang berasal dari sapi yang disembelih dengan cara tidak wajar. Sebelum di sembelih, sapi disiksa terlebih dahulu dengan diminumi secara paksa dengan selang sepanjang 1.5 meter masuk ke dalam kerongkongannnya…selama kurang lebih 6 Jam!!! Agar sapi dapat menampung air yang banyak, biasanya kaki depan sapi diletakkan lebih tinggi dari kaki belakang. Setelah 6 Jam (tubuh sapi lemas karena penuh dengan air) selang tersebut di cabut dan keesokkan harinya sapi disembelih.
Karena tubuhnya yang penuh dengan air, maka berat badannya akan bertambah dan dapat menyamarkan berat badan sapi yang sebenarnya. Setelah disembelih, daging sapi gelonggong akan mengeluarkan banyak air dan menetes terus menerus walaupun sudah di jajakan di tempat pedagang daging. Oleh karena kandungan air yang banyak inilah, daging sapi gelonggong menjadi lebih murah dan berat yang diterima bukanlah berat kandungan daging yang sebenarnya. Menurut penilitian sekitar 20%-30% daging gelonggong terdiri dari air… So para konsumen sangat dirugikan dengan adanya penjualan daging gelonggong walalupun harganya yang lebih murah.
Bisa dibayangkan, air adalah benda cair sumber kehidupan dimana banyak mikroba dan bakteri yang hirup di dalamnya. Dengan menggelonggong sapi dengan air yang sangat banyak, akan meningkatkan potensi daging untuk tertular penyakit dari bakteri atau mikroba…sehingga tidak layak untuk dikonsumsi manusia.

Dengan ketiga alasan di atas, MUI mengeluarkan fatwa bahwa daging gelonggong haram hukumnya untuk dikonsumsi, karena cara penyembelihan yang menyiksa hewan, menipu konsumen, dan bahaya penyakit yang dapat di timbulkan oleh daging gelonggongan.
Untuk itulah, pada Rumah Pemotongan Hewan tidak menerima pemotongan hewan sapi gelonggong. Sehingga bisa dipastikan, jika daging sapi tersebut tidak ada stempel dari Rumah Pemotongan Hewan, teksturnya basah dan berwarna merah pucat dengan air yang menetes dari daging…maka daging tersebut adalah daging gelonggong yang diambil dari sapi yang disembelih diluar Rumah Pemotongan Hewan.

Pada Investigasi tersebut, dilakukan percobaan membuat bakso dari daging segar dengan daging gelonggong. Setalah dibuat ternyata daging segar menghasilkan bakso yang baik, dengan tekstur yang bagus dan bentuk yang bulat. Sedangkan daging gelonggong menghasilkan bakso dengan tekstur yang kasar, dan bentuknya-pun tidak bisa bulat utuh…

buat temen-temen, pram mengingatkan untuk waspada terhadap daging gelonggong…jangan tergiur oleh harga yang murah, karena daging gelonggong haram hukumnya untuk dimakan.

…..he..he…he…jadi kepikiran….gmn yah kalo suatu hari kita ga sengaja maem bakso yang dibuat dari daging sapi gila yang di gelonggong, terus ngebuatnya pake formalin, maemnya pake saos yang dibuat dengan pewarna tekstil…terus mi-nya diawetin pake boraks dulu…hiiii….ngeri….!!!!

so…be aware ok!!!

semoga bermanfaat ^_^